• Home
  • Penerapan Metode Geolistrik Pada Proses Pembuatan Sumur Bor

Penerapan Metode Geolistrik Pada Proses Pembuatan Sumur Bor

Metode Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang memanfaatkan arus listrik di bawah permukaan bumi. Prinsip kerja metode geolistrik yaitu dengan menginjeksikan arus ke dalam permukaan bumi dan mengukur beda potensial yang dihasilkan dari injeksi arus tersebut. Data hasil pengukuran metode geolistrik berupa nilai arus injeksi dan beda potensial pada setiap titik pengukuran yang dapat digunakan untuk melakukan perhitungan nilai resistivitas semu. Resisivitas semu merupakan nilai resistivitas terukur di lapangan dari suatu susunan eletroda yang diasumsikan bahwa lapisan dibawah permukaan bumi bersifat homogen. Dari nilai resisitivitas semu tersebut kemudian dilakukan pemodelan untuk mendapatkan nilai resistivitas sebenarnya. Dari nilai resistivitas dilakukan interpretasi untuk menentukan lapisan batuan berdasarkan ketetapan nilai resistivitas batuan menurut para ahli yang dikorelasikan dengan data geologi. Setelah proses interpretasi selesai maka dapat diketahui lapisan batuan di bawah permukaan.

Salah satu manfaat dari hasil pengukuran geolistrik yaitu untuk menentukan kedalaman dan ketebalan lapisan pembawa air tanah yang biasa disebut lapisan akuifer. Dengan diketahuinya lapisan akuifer maka dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi air tanah melalui pembuatan sumur bor. Sebelum dilakukan pengeboran air tanah diperlukan perancangan atau pembuatan desain sumur yang sesuai dengan kondisi lapisan akuifer agar sumur yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dengan baik. Jika kedalaman akuifer telah diketahui maka dapat ditentukan kedalaman sumur bor yang memiliki efisiensi dan akurasi yang terbaik.

Categories:

Leave Comment