Sumur bor merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber air tanah yang paling sering digunakan oleh manusia, maka penggunaan air tanah harus sangat diperhatikan. Hal ini bertujuan agar air tanah dapat terus memenuhi kebutuhan air manusia dan meminimalisir aksploitasi air tanah yang tidak terkontrol sehingga dapat menyebabkan ketersediaan air tanah berkurang serta penurunan muka air tanah.
Penurunan muka air tanah sangat berdampak pada terjadinya penurunan permukaan tanah sehingga dapat meningkatkan resiko bencana banjir rob dan tercemarnya air tanah akibat adanya intrusi air laut. Dengan adanya resiko tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk menganalisa kapasitas air tanah yang dihasilkan dari suatu sumur. Metode pengujian yang dilakukan adalah pumping test.
Pumping test dilakukan dengan tujuan untuk menentukan kapasitas debit pada sumur bor sehingga sumur dapat dieksploitasi sesuai dengan kapasitas sumur tanpa mengesampingkan aspek konservasi dan tetap menjaga kelestarian air tanah, dan menentukan karakteristik sumur uji antara lain, kapasitas khas debit optimum, penurunan optimum, well loss, efisiensi sumur, kapasitas jenis sumur.
Berdasarkan pengujian pumping test yang dilakukan pada sumur bor yang berada di Jambi, didapatkan hasil yaitu kondisi konstruksi sumur berdasarkan nilai Fd (Faktor Development) kecil dari 0,1 yaitu = 0,00157 hari/m3 dan C (Coefisien of Well Loss) kecil dari 0,5 yaitu = 0,0208 mnt2/m5 menunjukkan konstruksi sumur baik. Efisiensi Sumur didapatkan nilai sebesar 99,40 % termasuk kriteria sumur baik. Sedangkan Kapasitas Jenis Sumur = 1,8073x 10-2 m2/s termasuk kriteria sumur dengan produktivitas tinggi. Nilai sw optimum adalah 0,24 m dan Q optimum adalah 4,2 l/s. Artinya penggunaan debit sumur harus lebih kecil dari debit optimum atau kurang dari 4,2 l/s. Pada sumur ini debit yang digunakan pada saat penggunaan air adalah 1,2 l/s, artinya sumur ini berada dalam kategori aman digunakan dengan debit 1,2 l/s.